Kata Sebentar
07:19:00Kata sebentar kadang sering menimbulkan makna yang ambigu. Ada dua orang yang merencakan bepergian ke suatu tempat yang sudah direncanakan dan dijadwalkan. Satu orang yang sudah siap menelpon temannya satu lagi menanyakan bagaimana kesiapannya, apakah sudah berangkat, sampai dimana.
Jawaban yang cukup
gampang " sebentar lagi sudah sampai". Kata 'sebentar' yang
diterjemahkan oleh penunggu, mungkin 5 atau 10 menit. Lalu yang ditunggu
mungkin dengan segala persiapannya hingga sampai ke tujuan menghabiskan waktu
30 menit, 1 jam.
![]() |
Gambar Jam |
Alhasil, ada pihak yang di php, dikecewakan. Kata 'sebentar' memang terkesan seperti tidak lama lagi, sedikit lagi. Namun tidak adanya kepastian, dan penafsiran 'sebentar' si A, B dan C berbeda satu sama lainnya. Ada orang menafsirkan sebentar 5 menit, ada juga 10 menit, 30 menit, 1 jam, sehari dan seterusnya. Kata 'sebentar' akan lebih terkesan menghargai waktu dan menghargai penunggu jika diganti dengan estimasi waktu.
"15 menit lagi
saya sampai" ataupun "2 hari lagi kerjaan saya selesaikan"
Si penunggu dapat
melakukan hal lainnya dalam waktu tersebut, mengatur jadwal lainnya, ataupun
batal karena ada jadwal lainnya yang harus dikejar.
Merubah kata 'sebentar'
dengan estimasi waktu mungkin salah satu cara kita merubah pola pikir tidak
menghargai waktu, tidak menghargai penunggu. Sebelum ke tahap selanjutnya
merubah budaya fake time.
Jeans memang budaya
barat, budaya kita adalah fake time. Janji poh 8, troh poh 9 wkwkw
0 komentar